Persiapan Proyek

Wah.. lama gak posting sejak migrasi web dan datanya terhapus -_-. Bosen ngedit source code perl di malam yang dingin dan bikin network monitoring membuat kepala pusing mending bikin posting persiapan proyek, mudah mudahan menjadi bantuan bagi yang sedang mengerjakan laporan kerja praktek. Akhirnya kp dah sidang dan lulus ^_^…. yah walaupun kerja prakteknya setahun yang lalu, tepatnya juli 2007 tapi baru sidang bulan kemaren. kerja praktek di PT.DMB yang pada saat itu mengerjakan proyek ‘Pipeline Replacement Project‘ yang bertempat di laut jawa sebelah timur jakarta. ruang lingkup proyeknya meliputi instalasi pipa baru, perbaikan pipa, perubahan bagian top side platform, mengaktifkan kembali platform rig oil yang sudah mati. pada kali ini dijelaskan tentang proses tender, penguraian macam pekerjaan, analisis harga, organisasi proyek, dan metode pengawasan yang sedang atau akan dilaksanakan. biar pada tahu tentang tahapan kegiatan konstruksi.

kegiatan proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mempunyai ciri-ciri :

  • Dimulai dari awal proyek (awal rangkaian kegiatan) dan diakhiri dengan akhir proyek (akhir rangkaian kegiatan), serta mempunyai jangka waktu yang umumnya terbatas.
  • Rangkaian kegiatan proyek hanya satu kali sehingga menghasilkan produk yang bersifat unik. Jadi tidak ada proyek yang identik, yang ada adalah proyek yang sejenis.

konstruksi adalah hasil dari suatu rangkaian kegiatan (kegiatan mendirikan bangunan atau membangun) yang berupa bangunan, misalnya jalan raya, jembatan, tiang baja, dermaga, lapangan penumpukan dan lain-lain. Penjelasan ini diperlukan karena dalam beberapa literatur yang dimaksud dengan konstruksi adalah kegiatan membangun.

1. Studi Kelayakan (Feasibility Study)

Tujuan dari tahap ini untuk meyakinkan Pemilik proyek bahwa proyek konstruksi yang diusulkannya layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek perencanaan dan perancangan, aspek ekonomi (biaya dan sumber pendanaan), maupun aspek lingkungannya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap studi kelayakan ini adalah :

  • Menyusun rancangan proyek secara kasar dan mengestimasi biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut.
  • Meramalkan manfaat yang akan diperoleh jika proyek tersebut dilaksanakan, baik manfaat langsung (manfaat ekonomis) maupun manfaat tidak langsung (fungsi sosial).
  • Menyusun analisis kelayakan proyek, baik secara ekonomis maupun finansial.
  • Menganalisis dampak lingkungan yang mungkin terjadi apabila proyek tersebut dilaksanakan.

2. Tahap Penjelasan (Briefing)

Tujuan dari tahap penjelasan adalah untuk memungkinkan Pemilik proyek menjelaskan fungsi proyek dan biaya yang diijinkan, sehingga Konsultan Perencana dapat secara tepat menafsirkan keinginan Pemilik proyek dan membuat taksiran biaya yang diperlukan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah :

  • Menyusun rencana kerja dan menunjuk para perencana dan tenaga ahli.
  • Mempertimbangkan kebutuhan pemakai, keadaan lokasi dan lapangan, merencanakan rancangan, taksiran biaya, dan persyaratan mutu.
  • Mempersiapkan ruang lingkup kerja, jadwal waktu, taksiran biaya dan implikasinya, serta rencana pelaksanaan.
  • Mempersiapkan sketsa dengan skala tertentu yang menggambarkan denah dan batas-batas proyek.

3. Tahap Desain / Perancangan (Design)

Tahap perancangan meliputi dua sub tahap yaitu tahap Pra-Desain (Preliminary Design) dan tahap Pengembangan Desain (Development Design) / Detail Desain (Detail Design).
Tujuan dari tahap ini adalah :

  • Untuk melengkapi penjelasan proyek dan menentukan tata letak, rancangan, metoda konstruksi dan taksiran biaya agar mendapatkan persetujuan dari Pemilik proyek dan pihak berwenang yang terlibat.
  • Untuk mempersiapkan informasi pelaksanaan yang diperlukan, termasuk gambar rencana dan spesifikasi serta untuk melengkapi semua dokumen tender.

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perancangan (design) ini adalah :

  • Mengembangkan ikhtisar proyek menjadi penyelesaian akhir.
  • Memeriksa masalah teknis.
  • Meminta persetujuan akhir ikhtisar dari Pemilik proyek.
  • Mempersiapkan rancangan skema (pra-desain) termasuk taksiran biayanya, rancangan terinci (detail desain), gambar kerja, spesifikasi, jadwal, daftar volume, taksiran biaya akhir, dan program pelaksanaan pendahuluan termasuk jadwal waktu.

4. Tahap Pengadaan / Pelelangan (Procurement/Tender)

Tujuan dari tahap ini adalah untuk menunjuk Kontraktor sebagai pelaksana atau sejumlah Kontraktor sebagai sub-Kontraktor yang melaksanakan konstruksi di lapangan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah :

  • Prakualifikasi

Seringkali dalam tahap pelelangan diadakan beberapa prosedur agar Kontraktor yang berpengalaman dan berkompeten saja yang diperbolehkan ikut serta dalam pelelangan. Prosedur ini dikenal sebagai babak prakualifikasi yang meliputi pemeriksaan sumber daya keuangan, manajerial dan fisik Kontraktor yang potensial, dan pengalamannya pada proyek serupa, serta integritas perusahaan. Untuk proyek-proyek milik pemerintah, Kontraktor yang memenuhi persyaratan biasanya dimasukkan ke dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM)

  • Dokumen Kontrak

Dokumen kontrak sendiri didefinisikan sebagai dokumen legal yang menguraikan tugas dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Dokumen kontrak akan ada setelah terjadi ikatan kerja sama antara dua pihak atau lebih. Sebelum hal itu terjadi terdapat proses pengadaan atau proses pelelangan dimana diperlukan Dokumen Lelang atau Dokumen Tender.
5. Tahap Pelaksanaan (Construktion)

Tujuan dari tahap pelaksanaan adalah untuk mewujudkan bangunan yang dibutuhkan oleh Pemilik proyek dan sudah dirancang oleh Konsultan Perencana dalam batasan biaya dan waktu yang telah disepakati, serta dengan kualitas yang telah disyaratkan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan semua operasional di lapangan.
Perencanaan dan pengendalian proyek secara umum meliputi :

  • Perencanaan dan pengendalian jadwal waktu pelaksanaan.
  • Perencanaan dan pengendalian organisasi lapangan.
  • Perencanaan dan pengendalian tenaga kerja.
  • Perencanaan dan pengendalian peralatan dan material.

Sedangkan koordinasi seluruh operasi di lapangan meliputi :

  • Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan, baik untuk bangunan sementara maupun bangunan permanen, serta semua fasilitas dan perlengkapan yang terpasang.
  • Mengkoordinasikan para Sub-Kontraktor.
  • Penyeliaan umum.

masih banyak sih…keknya cukup segitu dulu, bagi yang mo copy paste buat laporan di bab 2 kerja praktek yo monggo disedot cendol ijonya ^_^. thengkyu…

Iklan

6 responses to “Persiapan Proyek

  1. hola, bro…

    aku posa dari jogja…

    punya contoh laporan real atawa sejenisnya mengenai studi kelayakan proyek ga?

    tengkyu!

    (segala yang terbaik, itu yang disediakan Tuhan untuk kita)

  2. salam kenal sebelumnya,sy mahasiswa teknik jurusan teknik arsitektur…….makasih banget infonya gan,…kebetulan saya juga lagi kerja praktek nih,…..ijin copy ya gan,….buat tambah2 data penyusunan laporan nih,…tq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s